Leave your feedback Share Copy URL https://mypepack.gophersport.com/video/?vid=9hCD5CStTYK Email Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Tumblr Share on Facebook Share on Twitter GELOMBANG PANAS EKSTREM LUMPUHKAN EROPA, SUHU TEMBUS 41 DERAJAT CELSIUS [XKZnNsDyQuw] Health Updated on August 07, 2026 EDT — Published on August 07, 2026 EDT GELOMBANG PANAS EKSTREM LUMPUHKAN EROPA, SUHU TEMBUS 41 DERAJAT CELSIUS Gelombang panas melanda sejumlah wilayah Eropa pada Minggu (21/6/2026), bertepatan dengan dimulainya musim panas di belahan Bumi bagian utara. Titik balik matahari yang diperingati setiap 21 Juni juga menandai dimulainya periode tiga bulan terpanas di Eropa. Menurut para ahli meteorologi, fenomena ini terjadi saat massa udara panas dari Gurun Sahara bergerak ke arah utara. Ditambah lagi, panas diperkuat oleh sistem tekanan tinggi yang bernama Antisiklon Afrika. Sistem tersebut membentuk kubah panas (heat dome). Hal ini menjebak udara panas di Eropa Barat dan Tengah. Dengan begitu, suhu di lokasi tersebut terus meningkat. Ini merupakan gelombang panas kedua yang melanda Eropa tahun ini. Pada bulan lalu, wilayah itu juga mengalami gelompang suhu tinggi yang tidak normal. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Prisca Ruri Program : Tribun Jogja News Host : Prisca Ruri Editor : Veri Vesiano Uploader : Veri Vesiano Sumber : Kompas.com #TribunBreakingNews #tribunjogjanews #TribunJogja #News #Berita Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru krjcWdC8Xi4 MlYRt2tGvUV oyIi6HotFVO BosChbASXcB fV0SQL6bcxZ
GELOMBANG PANAS EKSTREM LUMPUHKAN EROPA, SUHU TEMBUS 41 DERAJAT CELSIUS Gelombang panas melanda sejumlah wilayah Eropa pada Minggu (21/6/2026), bertepatan dengan dimulainya musim panas di belahan Bumi bagian utara. Titik balik matahari yang diperingati setiap 21 Juni juga menandai dimulainya periode tiga bulan terpanas di Eropa. Menurut para ahli meteorologi, fenomena ini terjadi saat massa udara panas dari Gurun Sahara bergerak ke arah utara. Ditambah lagi, panas diperkuat oleh sistem tekanan tinggi yang bernama Antisiklon Afrika. Sistem tersebut membentuk kubah panas (heat dome). Hal ini menjebak udara panas di Eropa Barat dan Tengah. Dengan begitu, suhu di lokasi tersebut terus meningkat. Ini merupakan gelombang panas kedua yang melanda Eropa tahun ini. Pada bulan lalu, wilayah itu juga mengalami gelompang suhu tinggi yang tidak normal. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Prisca Ruri Program : Tribun Jogja News Host : Prisca Ruri Editor : Veri Vesiano Uploader : Veri Vesiano Sumber : Kompas.com #TribunBreakingNews #tribunjogjanews #TribunJogja #News #Berita Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru krjcWdC8Xi4 MlYRt2tGvUV oyIi6HotFVO BosChbASXcB fV0SQL6bcxZ